Sejatinya, Pernikahan Adalah Pestanya Orangtua

Pernikahan adalah suatu impian yang ditunggu-tunggu oleh tiap insan. Bukan hanya kamu kok, tetapi orang tua juga menanti-nantikannya juga.

Saat kamu mulai lamaran pastinya deg-degan kan, begitu juga orang tuamu. Jika kamu merasa ini adalah momen dalam hidupmu, begitu pula yang dirasakan kedua orang tuamu. Mereka menyaksikan seluruh proses pendewasaan dirimu.

Ayah dan ibumu sudah berjuang membesarkanmu hingga dewasa ini. Ingatkan saat dimana ayah dan ibumu bersamaimu baik itu dari berjalan dan bicara, hingga pada saat masuk sekolah, mengantar ke sekolah, menunggu hingga kamu pulang.

Betapa bahagianya orang tua melihat anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, hingga masuk universitas. Mungkin saat sedih dan bahagia dirasakannya, dan tak terkecuali pada saat kamu bertemu dengan calon pasangan hidupmu.

Hari di Mana Kamu Memutuskan untuk Menikah

casaemar.com

Wajar saja jika ada rasa bahwa pernikahan ini milikmu, karena kamu yang menjalaninya. Kamu ingin mengadakan rangkaian acara yang telah diimpikan sejak lama. Tapi, konsep yang kamu inginkan ternyata jauh dari keinginan orang tua. Kamu pun mempertahankan idealismu.

Jika terjadi seperti itu, ada baiknya jangan buru-buru emosi. Tenangkan jiwa dan egomu yang besar itu. Kamu perlu ingat, bahwa kehadiran orang tua tidak dapat kamu abaikan. Bagaimanapun, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pernikahanmu. Proses pernikahan yang lancar dan berkesan ada andil orang tua di dalamnya.

Peran orang tua dalam pernikahan itu sangatlah penting. Mulai dari acara pranikah, persiapan upacara pernikahan baik itu menurut agama, adat, dan hingga resepsi pernikahannya. Kamu harus paham bahwa untuk mencapai cita-cita pernikahan yang kamu inginkan, ada peran penting orang tua di dalamnya. Karena, seringkali hajat pernikahan itu adalah momen orang tua.

Melamar Dahulu, Menikah Kemudian

akcity.com

Sebelum pernikahan terjadi pastinya adalah proses lamaran terlebih dahulu. Si laki-laki akan mendatangi rumah gadis. Ia akan menyampaikan maksud kedatangannya dan meminta izin kepada ayah si gadis untuk menikahi putrinya.

Sebetulnya laki-laki bisa saja datang sendiri menemui ayah gadis pujaannya. Tatapi, sehebat apapun si laki-laki, pasti akan gentar juga kakinya saat melangkah ke rumah gadis tanpa ditemani orang-orang terdekatnya. Karena menikah itu bukan perkara yang kecil namun hal yang besar. Ia meminta anak gadis orang untuk menjadi teman hidupnya.

Hal ini tentu menjadi tanggung jawab orang tua si laki-laki untuk menemui orang tua si gadis. Mereka menemani laki-laki untuk meminang si gadis. Pastinya dukungan moril akan didapatkan oleh si laki-laki tersebut.

Bersama kedua orang tuanya, langkah laki-laki itu semakin mantap menuju rumah si gadis. Tak hanya orang tua yang datang dibawanya, tapi paman, bibi, kakak, adik juga di bawa atas inisiatif orang tuanya laki-laki.

Biasanya kalau udah mau melamar pasti datangnya tidak dengan tangan kosong ada sesuatu yang dibawanya. Nah, orang tua si laki-laki biasanya membawa hantaran sesuai dengan tradisi adat yang dianut. Sibuknya menyiapkan diri untuk bertamu sudah pasti agar kesan pertama dari orang tua gadis terkesan baik.

Hal ini tentu menambah kepercayaan dan nama baik kedua orang tua. Lamaran pun menjadi momen orang tua juga, bukan hanya calon kedua mempelai.

Saat hari lamaran tiba, momen yang ada, bukan hanya laki-laki yang minta izin kepada ayah si gadis untuk menyunting putrinya. Pada hari itu, meruapakan pertamuan antara dua keluarga untuk menentukan hari pernikahannya.

Biasanya orang tua si gadis yang menjadi penyelenggara pernikahannya. Walaupun, tidak menutup kemungkinan orang tua si laki-laki juga akan mengadakan resepsi. Jika pun terlaksana jeda waktu resepsi di rumah sang laki-laki 7 hari setelah resepsi di rumah si gadis.

BACA JUGA YUK: 127+ Lagu Nasyid Walimah untuk Resepsi Pernikahan

Mendekati Hari Pernikahan

weddbook.com

Menjelang hari bahagia ternyata memiliki segudang kesibukan yang menanti dihadapan kamu. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pernikahan. Baik dari acara inti yaitu akad nikah hingga acara turunannya yaitu resepsi pernikahan.

Ketika tanggal dan kesiapan sudah matang, akan tiba masa dimana kamu akan melakukan banyak hal sebelum benar-benar hari spesial itu datang. Saat si gadis sibuk dengan baju pengantinnya, sang ibu juga membantunya dalam memilih kain, desain baju, hingga memilihkan tukang jahit terbaik yang ada dikotanya.

Ibu pulalah yang menemani sang gadis untuk melakukan perawatan tubuh, agar tampak indah saat hari spesial itu. Lalu, sang ayah juga menyempatkan untuk berbincang-bincang kepada anak gadisnya untuk memberikan beberapa nasihat tentang pernikahan.

Sama halnya dirumah sang laki-laki. Orang tua laki-laki juga memberikan sebuah nasihat pernikahan kepada sang anak dan dibantu oleh beberapa tetua di dalam keluarga. Sang ibu laki-laki pun sibuk menyiapkan mahar beserta pernak-perniknya.

Sang laki-laki pun sibuk menyiapkan diri untuk mengucapkan ijab kabul dan sepatah dua patah kata untuk pidato dihadapan keluarga si gadis pada saat hari pernikahan itu.

Para orang tua, baik itu dari pihak laki-laki maupun perempuan tidak ada rasa beban dipundak mereka atas persiapan pernikahan ini. Karena ini adalah hajat mereka juga.

Hari Pernikahan

m-alwi.com

Saat hari pernikahan itu tiba, kehidupan yang baru menggapai mereka, dan suka tidak suka orang tua harus melepaskan anaknya dalam menapaki kehidupan bahtera rumah tangga. Jika kita ibaratkan di hari pernikahan adalah hari wisuda, maka kedua orang tua menjadi rektor di universitas keluarga.

Orang tua menyatakan bahwa anak-anak yang dulunya masih bisa di bimbing sekarang telah lulus dan berhak menjadi ayah/ibu untuk anak-anaknya kelak.

Sebagaimanapun proses pernikahan nanti, mau kalian berdua bersanding, atau sang gadis menunggu di dalam ruangan, dan akan keluar saat ijab kabul sudah selesai. Serta yang paling amat penting dalam ijab kabul adalah ayah sang gadis, karena ayah si gadis lah yang menikahkan kalian berdua dihadapan penghulu dan seluruh tamu yang datang.

Setelah selesai doa-doa para orang tua melingkupi kalian berdua agar rumah tangga kalian kekal abadi hingga akhir hayat.

JANGAN DILEWATKAN: 9 Hal yang Harus Kamu Kuasai Saat Menjalani Pernikahan

Pada Hari Resepsi Pernikahan

amriefendi.com

Saking sibuknya mempersiapkan diri dalam menghadapi akad pernikahan sehingga tidak peduli lagi dengan persiapan pesta. Nah, saat itulah kendali atas pesta pernikahan dipegang sepenuhnya oleh kedua orang tuamu.

Kalian akan menjadi raja dan ratu selama sehari, semua itu atas peran dari kedua orang tuamu yang telah mempersiapkan semuanya. Pasti saat acara itu mulai masing-masing ayah akan memberikan sepatah dua patah kata, sementara ibu memastikan bahwa semua tamu undangan dilayani dengan sepatutnya.

Saat kamu duduk dikursi singgasana dengan tenang dan anggun. Maka kedua orang tuamu memastikan bahwa makanan ada tercukupi kebutuhannya, fotografer yang kamu pilih mengambil semua momen pernikahan, dan souvenir pernikahan sudah tersedia. Mereka pula yang mengawasi jalannya acara pesta sesuai dengan rencan yang telah diatur sedemikian rupa.

Setelah Hari Pesta Pernikahan

sheknows.com

Kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri. Para tamu pun sudah pulang. Fotografer pun siap mencetak hasil dari jepretannya. Makanan sudah habis, jika ada sisapun bisa dibagikan ke tetangga. Dekorasipun sudah dibongkar habis. Musik telah dihentikan. Sekarang tinggal orang tua yang setia bersama kalian.

Orang tua itu selalu memikirkan anak-anaknya, seperti memikirkan biaya bulan madu kalian. Bahkan, untuk jauh hari ke depan, mereka akan berusaha menyokong kehidupan pernikahan kalian baik itu secara moril maupun finansial.

Kamu masih mengelak, jika pernikahan itu adalah momen orang tua? Coba pikir dua kali deh, jika egomu terlalu tinggi untuk tidak melibatkan kedua orang tuamu. Betapa besarnya andil mereka dalam kelangsungan pernikahanmu.

Leave a Comment