8 Poin Penting Resepsi Pernikahan Menurut Islam

Pernikahan adalah suatu yang amat suci dan dianggap sebagai peristiwa agung bagi setiap orang. Di agama Islam, pernikahan adalah suatu yang sangat diperhatikan serius, siapapun yang menikah harus menggunakan tata cara agama. Maka tidak heran, ada orang yang mengadakan pesta pernikahannya sedemekian rupa oleh para pelakunya.

Resepsi pernikahan atau yang biasa dikenal walimatul ‘ursy ini bukanlah semabarang acara. Islam memandang acara ini bukan sekedar pesta bersenang-senang saja. Tetapi pesta pernikahan ini suatu bentuk syukur kepada Allah sekaligus tanda bahwa kedua pasangan ini telah resmi akad nikah.

Tidak hanya itu, pernikahan juga sebagai pengumuman bagi masyarakat bahwa si fulan dan fulana telah resmi menjadi suami istri, sehingga masyarakat tidak curiga terhadap apapun yang dilakukan kedua pasangan ini.

Kita tahu bahwa agama Islam pembawa rahmat bagi seluruh alam, maka tak luput juga dalam memberikan arahan dalam pelaksaan resepsi pernikahan. Jika kamu ingin menikah, ada baiknya pelajari juga adab-adab penyelenggarakan pernikahan menurut syariat di bawah ini.

1. Luruskan Niat, Agar Dimudahkan Oleh Allah

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
republika.co.id

Ada baiknya suatu yang baik harus diikuti dengan niat yang baik sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Karena suatu perkara yang diniatkan dengan baik maka akan menjadi amal saleh, sehingga rezeki yang diberikan oleh Allah akan berkah serta bernilai pahala.

Sebaliknya, jika sesuatu yang diniatkan buruk tentu akan membawa kepada suatu hal yang tidak baik, bisa jadi maksiat. Pernikahan ini bukanlah suatu yang patut dimewah-mewahkan atau ajang buat pamer. Berniatlah yang benar dalam melakukan sesuatu, apalagi dengan pernikahan, agar selamat dunia dan akhirat.

Baca Juga: Souvenir Pernikahan Unik

2. Menyediakan Hidangan Sesuai Kemampuan

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
pinterest.com

Sikap Sederhana dalam mengadakan acara pernikahan akan menghindarkan masyarakat muslim terjerat dari utang. Rasulullah pernah berkata kepada Abdurrahman bin Auf,

“Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud)

Tuan rumah yang bijak dalam mengelola keuangan tidak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan untuk para tamunya. Kan intinya adalah menjamu para undangan yang datang. Terkait apa yang dihidangkan, bukan perkara yang harus dimewah-mewahkan.

Tidak hanya perkataan, Rasulullah juga meneladani kederhanaan dalam pelaksaan resepsi pernikahan ini.

“Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakan untuk istri-istri beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing.”

Tetapi, pada saat mengadakan walimah dengan Shafiyyah bintu Huyay RA, Rasulullah SAW tidak menyembelih apapun. Saat acara tersebut para tamu undangan tidak disuguhi roti ataupun daging. Hidangan yang ada hanyalah kurma kering, gandum dan minyak samin.

Nah, kamu masih ragu untuk menyegerakan nikah hanya karena khawatir tidak mampu menjamu para tamu undangan dengan hidangan? Saran saya sebaiknya yang wah-wah ini buang deh jauh-jauh. Mau, nikahmu diundur terus?

3. Undanglah Teman, Tetangga, dan Rekan-rekan Seagama, Baik itu Kaya Maupun Miskin

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
dynamicdigitalsblog.com

Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah Nabi bersabda,

“Umumkan nikah.”

Biasanya pengumuman ini dilakukan dengan cara membuat resepsi pernikahan dan mengundang orang-orang terdekat untuk datang. Jika kamu mengundang karib kerabat dalam acara walimah maka tali silaturahmimu akan erat. Mengundang tetangga akan mendapatkan kebaikan.

Mengundang rekan-rekan seagama akan melanggengkan kasih sayang dan rasa cinta. Mengundang orang kaya dan miskin akan menghindarkan kecemburuan sosial, jika salah satu tidak diundang maka akan jadi bahan perbincangan dimasyarakat dan pastinya akan mematahkan hati mereka.

Rasulullah SAW bersabda,

“Seburuk-buruknya hidangan adalah makanan walimah, yang diundang untuk menghadirinya hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang fakir tidak diundang.” (HR Bukhari & Muslim).

Kan di dunia ini didalam Islam semua orang sederajat, yang membedakan hanyalah keimanan dan hanya Allah SWT yang tahu kadarnya. Sudah seharusnya, kamu tidak perlu pilih-pilih antara kaya dan miskin saat mengundang seseorang untuk hadir dalam resepsi pernikahanmu.

4. Tidak Berlebihan

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
nieznanisasiedzi.blogspot.com

Ketika tidak mampu, kaum muslimin sangat diperkenankan mengadakan resepsi pernikahan seadanya dan semampunya. Kan yang penting dari pernikahan itu “Sah” nya bukan “Mewah” nya.

Walaupun saat dalam berkelimpahan rezeki, kaum muslimin tidak dianjurkan untuk mengadakan resepsi yang berlebihan, sebagaimana dalam firman Allah, dalam Al-quran surat Al-A’raaf,

“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Sering kita jumpai kebanyakan orang yang mengakan resepsi pernikahan secara berlebih-lebihan menghabiskan uang berpuluh, bahkan hingga ratusan miliar rupiah. Berbangga-bangga akan acara yang di gelar hanya untuk menjaga kedudukan dan gengsi, hal ini juga bentuk dari kufur nikmat.

Nah, jika kamu termasuk orang yang hartanya lebih, ada baiknya harta itu dibelanjakan untuk mesalahatan umat. Kamu juga bisa menyalurkannya di lembaga-lembaga zat mal yang ada di kotamu.

5. Memisahkan Tamu Laki-Laki dan Perempuan

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
themarriage.com

Kenapa harus dipisahkan, karena untuk menghindari adanya ikhtilath, yaitu percampuran lawan jenis. Allah berfirman dalam QS. An-Nur 30-31

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)

Sudah tahukan, walaupun tanpa hijab setidaknya kamu beri batas tak kasat mata untuk para tamu. Kamu juga dapat mengatur tempat duduknya antara laki-laki di sebalah kanan dan perempuan di sebalah kiri, ataupun sebaliknya.

Untuk mempermudah tamu, kamu dapat memasang plang tulisan atau tanda tentang pembagian tempat duduk tersebut. Bisa juga, hadirkan panitia untuk menuntun tempat duduk antara laki-laki dan perempuanya.

Baca Juga: Menikah Dengan Wanita Lebih Tua Memberikan Rasa Bahagia

6. Tidak Mengisi Acara Resepsi dengan Perkara Mungkar (Maksiat)

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
pinterest.com

Jika undangan walimahan terdapat perkara-perkara mungkar, maka wajib hukumnya bagi yang diundangan untuk tidak datang. Tentunya kamu tidak ingina acara yang kamu nantikan sepi kan?

Kehadiran lagu-lagu yang mengandung lirik tidak senonoh dapat melalaikan si pendengar dari dzikrullah. Parah nya, jika kehadiran lagu-lagu ini dapat membangkitkan syahwat para tamu undangan. Walaupun begitu, Islam juga memperbolehkan penggunaan alat-alat musik juga loh, contohnya rebana di resepsi pernikahan.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Khalid bin Dzakwan ia berkata; Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin ‘Afran berkata; suatu ketika, Nabi SAW masuk saat aku membangun mahligai rumah tangga (menikah). Lalu beliau duduk di atas kasurku, sebagaimana posisi dudukmu dariku. Kemudian para budak-budak wanita pun memukul rebana dan mengenang keistimewaan-keistimewaan prajurit yang gugur pada saat perang Badar.

Dibolehkan juga, jika kamu menghadirkan senandung-senandung Islami. Kalau di Indonesia seperti Nasyid yang membawakan lirik-lirik bermanfaat dan ada unsurnya dakwahnya.

7. Acara Pernikahan Sebaiknya Diadakan Setelah Dukhul

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
vk.com

Sebaiknya acara resepsi pernikahan diadakan setelah dukhul atau terjadinya hubungan intim antar suami-istri, tentu hal ini ulama juga sepakat bahwa pernikahan disunnahkan setelah dukhul.

Tetapi, seandainya diadakan sebelum dukhul, tetap dapat sunnah walimah. So, jika kamu mengadakan resepsi pernikahan tidak bersama dengan akad nikah, hal ini sangat dianjurkan. Contohnya, kamu akad nikah hari Jum’at acara resepsinya hari Minggu, hal ini tidak apa-apa sangat dianjurkan.

Tapi, perlu ingat jangan pernah melakukan resepsi pernikahan sebelum akad ya, selain tidak mendapatkan sunnahnya juga tidak dianjurkan.

8. Orang yang Diundang Wajib Hukumnya Mendatangi Undangan Pernikaha, Kecuali Udzur Syar’i

Resepsi Pernikahan Menurut Islam
significanteventsoftexas.com

Sesuai dengan sabda Rasul, wajib mendatangi undangan bagi orang yang mengundang termasuk pernikahan, Rasulullah SAW bersabda,

Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya. (HR Bukhari dan Muslim)

Islam itu sangat lengkap pendidikannya, baik dari tidur hingga tidur lagi. Hampir semua aspek dalam kehidupan Islam sudah mengaturnya, apalagi tentang adab resepsi pernikahan.

Jika kamu menghadiri resepsi pernikahan ada baiknya ucapkanlah doa yang biasa diucapkan oleh Rasulullah ketika menghadiri walimah bunyinya seperti ini,

“Barakallahu laka wabaraka ‘alaik wa jama’a bainakuma fi khairin” yang artinya semoga Allah memberkahi anda berdua dan mengumpulkan anda berdua dalam kebaikan. (HR. Abu Dawud, Turmudzi dan Ibn Majah)

Leave a Comment