8 Hal yang Akan Dirasakan Mempelai Wanita di Hari Pernikahan

Kamu pasti tahukan gimana perasaan seorang wanita saat hari pernikahannya. Pasti tak jauh darii rasa bahagia yang menggelora, harap-harap cemas mendengarkan ijab kabul, dan pastinya dipenuhi bunga-bunga cinta, eak. Ah, betapa indahnya pernikahan itu.

Nyatanya, apa yang dirasakan oleh wanita saat hari pernikahan itu bisa meleset dari apa yang dibayangkan loh. Oke, perasaan bahagia itu memang berbunga-bunga dan segala perasaan baik lainnya nyata dan bercampur jadi satu dalam diri seorang pengantin wanita.

Ia telah merasa lengkap dengan segala persiap di hari-H. Baik itu baju pengantin, dekorasi, catering, tamu undangan hingga penghulu sudah beres. Sisanya hanya harap-harap cemas saja menyaksikan pergerakan jarum jam di dinding.

Tetapi, wanita itu tak akan luput dari fikiran untuk persiapan diri mereka sendiri saat berlangsungnya acara pernikahan. Walaupun hal ini tidak di perlihatkan ke khalayak ramai, setidaknya hal umum ini pasti akan dirasakan oleh tiap wanita di hari pernikahannya.

Buat kamu para calon suami, tak apa lihat ulasan ini agar kamu paham perasaan calon istri. Untuk kamu calon istri, inilah yang mungkin kamu rasakan di hari pernikahanmu.

Lemah, Letih, Lelah, Lesu, Lunglai. Sangat Menguras Energi

Walaupun saat hari biasa kamu tak punya masalah dengan urusan seperti susah memejamkan-mata, tapi saat di hari istimewa ini kamu akan mendadak bangun pagi dengan kondisi seperti kemarin baru saja tertabrak truk. Wow!

Saat dimana hari bersejarah dalam hidupmu, kamu merasa benar-benar di luar kendali. Tubuh kamu seakan-akan tidak lagi patuh dengan perintahmu. Kemungkin hal ini akumulasi dari kelelahan hari-hari sebelumnya yang mana kamu super luarbiasa sibuk ke sana-siini mempersiapkan segalnya di hari-H.

Namun, tenang saja kamu tak perlu khawatir, seiring dimulainya cara, mendapati tamu yang semakin memenuhi ruangan, mendengarkan syadunya lagu-lagu walimahan, serta dukungan dari keluarga, kondisi tubuhmu juga akan kembali fit.

Rasa kantuk dan semua lelahnya akan terbayar saat penghulu telah mengesahkan hubungan kamu dengannya. Ada baiknya, saat tamu undangan sedang makan, kamu juga langsung mengisi perutmu walaupun hanya air putih dan buah-buahan. Ini akan membuat tenagamu kembali terjaga.

Hipersensitif, Amat Sangat Perasa

Senggol dikit, nangis! Tentu hal ini sangat normal bagi kamu yang sedang menyiapkan hari paling bersejarah dalam hidup. Bukan hal yang aneh saat kamu tiba-tiba menjadi sosok yang mendayu-dayu. Kamu akan mengalami peningkatan emosi akibat stres yang berkepanjangan selama persiapan hari-H.

Ada bantahan dari sahabat yang peduli dengan masa depanmu, sedikit omelan dari ibum dan sedikit tatapan ayah, mampu membuat kamu ingin menangis di sudut kamar. Tenang aja, nggak apa-apa, hal ini normal kok. Para pengantian wanita di seluruh dunia juga pernah mengalaminya kok.

Mual, Mendadak Seperti Ada Sesuatu yang Mengoyak Perut

Rasa yang campur-campur telah meluap dan kegugupan yang melonjak membuatmu merasa ingin membuang rasa itu jauh-jauh setiap ada makanan di depanmu.

Hal ini tentu, melawan keinginan orang-orang yang terus menyarakan kamu untuk makan barang sesuap nasi atau selembar roti. Permen pelega tenggorokan atau permen jahu bisa membantu dalam kondisi saat ini.

Santai saja, perasaan mual ini akan berangsur hilang saat kamu mulai memasuki ruang tempat diadakannya ijab kabul hingga bertemu dengan suami kamu.

Kurang Fokus, Konsentrasi Buyar

Jika bisa, kamu akan menggunakan jurus kage bunshin Naruto untuk memperbanyak diri kamu. Dengan begitu kamu dapat bercengkrama dengan teman, menyambut karib kerabat, ataupun berakrab ria dengan mertua dalam satu waktu. Tapi, nyatanya saat kamu baru saja berbincang-bincang ria dengan teman lama, pundakmu akan ditepuk dari belakang oleh bibi yang tinggal jauh di pedalaman desa.

BACA YUK: 9 Hal yang Harus Kamu Kuasai Saat Menjalani Pernikahan

Semua yang datang akan berlomba-lomba mengucapkan selamat ke kamu. Walaupun, terdengar biasa ucapan terima kasih ini sangat bermakna apalagi jika disertai dengan senyuman paling tulus.

Kewalahan, di Antara Riuh-Ramai Acara

Berada di acara pernikahanmu sendiri akan membuat kamu merasa di alam mimpi atau di dunia lain. Contohnya, Wah, ini teman SD ku dulu, dan itu pamanku, lalu itu teman kuliahku, ini teman paling akrab dulu. Atau, hal yang paling luarbiasa adalah kamu dapat menggunakan baju pengantin!

Kamu akan merasa melayang seperti dii awang-awang, seperti berada di atas kahyangan. Tenangkan dirimu dan harus tetap fokus. Ingatlah, bahwa kamu masih menginjakkan kaki di bumi. Sedikit meluapkan kegembiraan tidak masalah. Karena ini adalah hari pernikahanmu.

Khawatir, Pada Detil Acara

Saat acara inti seperti ijab kabul dan penyerahan mahar rampung, maka saat itu juga kamu akan khawatir tentang hal-hal yang remeh temeh untuk mendukung kelancaran acara kamu.

Biasanya saat kamu melihat banyaknya tamu undangan yang datang, perasaan was-was pun datang, apakah jumlah makanan yang dipesan tidak cukup dan lain-lainnya.

Melihat langit yang sedikit mendung, matahari entah ke mana, kamu tiba-tiba berpikir akan hukan dan menghalangi orang-orang untuk hadir dalam acara bersejarahmu. Ingat, hakikat turunnya hujan itu adalah sebuah rahmat, maka tetap tenang dan nikmati acara pernikahanmu.

Salah Tingkah, Mendadak Jadi Pusat Perhatian Semua Orang

Pengantin wanita itu ratu dalam sehari. Dandanannya, pakaian, hingga perhiasannya juga dibuat spesial sedemikian rupa hingga tampak sosok ratu di antara tamu para undangan. Karenna itulah mau tidak mau kamu harus bertingkah laku layaknya seorang ratu yang tampil anggun, bijak dan jadi panutan para rakyatnya.

BACA YUK: Sejatinya, Pernikahan Adalah Pestanya Orangtua

Seluruh mata pastinya akan tertuju padamu, gerak-gerikmu dipantau oleh tiap mata yang memandang. Tidak hanya itu, orang-orang juga akan memuji kecantikannmu. Ibarat artis papan atas, kehadiramu juga dinantikan dan semua orang akan berebut bersalaman denganmu.

Wajar aja sih jika kamu merasa salah tingkah sebab tidak terbiasa diperhatikan sedemikian rupa oleh banyak orang.

Dilema, Ingin Waktu Berputar Lambat Sekaligus Segera Berlalu

Saat kamu tahu dan paham bagaimana teori relativitas waktu bekerja. Kamu pasti ingi waktu melambat agar kebahagian setiap orang bertahan lama. Jika bisa pun, kamu ingin menghentikan waktu dan momen bahagia itu, sehingga kamu akan merasakan kebahagian hingga akhir hayat.

Kamu juga merasa sayang jika senyum yang mengembang terpaksa harus dicabut dari wajah para tamu undangan. Tapi, badanmu juga tak dapat dibohongi. Kaki, tangan, pundak pun mulai pegal. Mereka butuh istirahat, kamu pun ingin waktu segera berakhir sehingga kamu dapat beristirahat dengan tenang.

Waktu pun menjadi lentur hari itu. Satu jam berasa seperti satu menit, dan satu menit terasa seperti satu jam. Ah, dilema rasanya!

Rindu, Ingin Segera Bertemu Dengan Si Dia

Jika keluargamu memegang adat yang teguh sangat dipastikan bahwa kamu akan lama tidak bertemu dengan calon suamimu. Setidaknya sebulan sebelum hari-H biasanya calon mempelai dilarang bertemu. Lalu tibalah hari itu, dan kamupun bisa bertemu dengannya.

Saat pertemuan itu terasa menegangkan. Rasa rindu itupun mengisi seluruh hatimu. Apalagi jika calonmu berasal dari kota yang berbeda denganmu dan baru berangkat ke tempat pernikahan pada hari itu juga.

Penghulu pun akan memberikan aba-aba kepada keluargamu bahwa sudah siap untuk menikahkanmu dengannya. Tapi, dia tak kungjung datang. Berbagai pikiranpun terlintas di dalam benak.

Apakah si dia baik-baik saja? Sudah sampai mana dia sekarang? Mengapa lama sekali? Apalah arti catering dan segala sesuatunya jika tanpa kehadiran si mempelai pria? Apakah pernikahanmu akan batal?

Please, stop yak, kamu jangan terlalu panik, dia akan segera datang dan rindumu pasti akan terobati.

Leave a Comment